Kami memberikan informasi seputar bola internasional maupun nasional. Kami akan selalu mengupdate informasi untuk anda. Kami akan membuat informasi yang bagus supaya kamu terhibur.

Translate

Saturday, October 21, 2017

Inilah 4 Darah Indonesia di Luar Negeri yang “Menolak” Ajakan Timnas Membela Bumi Pertiwi

"sumber dari : Andriano"
Masuk dalam jajaran timnas Indonesia memang menjadi impian bagi sebagian orang. Selain karena bisa membela tanah air di kanca internasional, juga bisa menambah skill dan pengetahuan mengenai sepak bola. Belum lagi bisa bertemu para idola yang sudah duluan punya nama, jadi tambah senang dibuatnya.
Akan tetapi, rupanya beberapa pemain sepak bola Indonesia sempat menolak tawaran untuk main di timnas loh. Karena satu dan beberapa alasan, akhirnya mereka jadi malah membela negara lain, meskipun ada darah Indonesia di dalam tubunya. Siapa sajakah itu? Simak ulasan berikut.

Radja Nainggolan yang sudah jadi orang Belgia
"sumber dari : Andriano"
Siapa coba yang tidak kenal dengan pemain yang satu ini, ya salah satu punggawa AS Roma Radja Nainggolan ini memang sukses membuat dunia terpukau dengan penampilannya. Seperti yang kita ketahui ternyata Nainggolan merupakan masih memiliki darah Indonesia dalam dirinya.
Namun demikian, sepertinya dirinya tidak akan pernah mengenakan jersey Garuda lantaran sudah menjadi timnas Belgia sejak masa remaja. Ya, meskipun sejatinya dirinya juga sangat ingin membela negara ayahnya di kanca sepak bola dirinya, namun semua harus ditolak dengan berat hati. Namun demikian netizen masih berharap besar pada dirinya agar kelak juga bisa membela bumi pertiwi.

Kiper Juventus yang lebih memilih Italia
"sumber dari : Andriano"
Serupa dengan nasib Radja Nainggolan, Emil Eduardo Mulaydi rupanya juga memiliki karir gemilang di luar negeri sana. Didaulat sebagai pertahanan terakhir Juventus, Emil Eduardo disandingkan sekelasn Casillas dan kiper handal lainnya. Ya, siapa sangka rupanya dalam diri Emil Eduardo juga mengalir darah asli Indonesia yang menurun dari Ayahnya Edi Mulyadi seorang asli NTB.Namun demikian sayang karena kiper handal yang satu ini rupanya tidak akan pernah membela bumi pertiwi, lantaran sejak kecil dirinya sudah tumbuh dan besar di Italia. Belum lagi adanya fakta Kalau Emil Eduardo sudah menjadi punggawa Italia U-21, semakin pupuslah harapan bumi pertiwi.

Andri Syahputra yang hijrah ke timnas Qatar
"sumber dari : Andriano"
Meskipun sama sekali memiliki darah Qatar yang mengalir dalam dirinya, namun Andri Syahputra rupanya dapat masuk dalam jajaran timnas di sana. Bahkan status kewarganegaraan dari Andri dan keluarganya pun masih WNI. Usut punya usut, semua itu karena memang ada peraturan di Qatar sendiri yang memang memperbolehkan warga asing bermain di timnasnya sebagai apresiasi para migran di sana.
Alhasil penolakan bermain di Timnas ini sempat membuat gempar netizen Indonesia, alhasil dirinya pun masuk dalam daftar blacklist dari PSSI. Namun sayang, karirnya di timnas Qatar pun mulai meredup, bahkan ada isu kalau dirinya akhirnya di keluarkan.

Massimo Luongo, jatuh hati pada negeri kangguru
"sumber dari : Andriano"
Salah satu pemain sepak bola asal klub Australia Queens Park Rangers, rupanya juga memiliki darah Indonesia dalam dirinya. Uniknya lagi darah Indonesia yang mengalir dalam dirinya itu rupanya masih keturunan sultan Bima dan Dompu terdahulu. Mengentahui fakta tersebut , alhasil banyak netizen yang berharap kalau striker yang satu ini menjadi salah satu dari penyerang garuda.
Namun sepertinya hal itu tidak akan pernah terjadi, pasalnya sejak berusia remaja, dirinya menjadi salah pemain dari timnas Australia. Selain itu, Massimo juga tidak terlalu mengenal mengenai Indonesia, mengenal darah Indonesianya tidak didapat langsung dari ayah atau ibunya melainkan nenek moyangnya.

Bagaimana lagi, memang sejatinya untuk memilih membela atau tidak memang sebuah pilihan masing-masing. Ya, meskipun mereka sudah tidak bisa bergabung dengan skuad garuda, semoga mereka bisa kembali ke Indonesia dengan membagikan ilmunya pada generasi muda.
Share:

Membanggakan Keturunan Indonesia ini Menjadi Kapten di Liga Champion

Indonesia kembali bangga dengan salah satu keturunannya karena ada salah satu pemain di Eropa sana menjadi kapten di salah satu klub besar di liga champion Eropa.

Pada Rabu kemarin terdapat fakta menarik ketika As Roma dan Chelsea bertemu di Stamford bridge bukan tentang pertandingannya tetapi ada salah satu orang keturunan Indonesia yang menjadi kapten di as Roma itu.

Pemain ini adalah Radja Nainggolan.
"sumber dari : Andriano"
Nainggolan memecah rekor baru yaitu menjadi salah satu pemain keturunan Indonesia yang pertama menjadi kapten di klub besar Eropa itu.

Pada matchday itu mata orang-orang Indonesia berpaling ke Nainggolan karena dia ketika masuk kelapangan memakai lambang kapten di lengannya sehingga membuat bangga Indonesia karena baru kali ini pemain keturunan Indonesia menjadi pemimpin di ajang besar seperti itu.

Nainggolan berhasil memimpin dengan baik klubnya pada ajang itu karena berhasil menahan imbang tuan rumah dengan skor 3-3.

Pada pertandingan kemarin Nainggolan berkata bahwa timnya tampil baik dari tuan rumah sayang Dewi Fortuna belum berpihak kepada kami sehingga hanya berhasil dengan skor imbang tetapi itu sudah cukup bagi Roma.

"Saya rasa kami dalam performa bagus dan terasa aneh jika kami mengakui hasil seri 3-3," ujar Nainggolan.

"Saya rasa kami dalam performa bagus dan terasa aneh jika kami mengakui hasil seri 3-3," ujar Nainggolan.

"Kami telah kebobolan beberapa gol akhir-akhir ini. Kami memberi bola terlalu mudah," ujar pemain berkebangsaan Belgia ini.

"Tetapi kami menciptakan banyak hal dan saya pikir kami bermain jauh lebih baik daripada Chelsea."

Nainggolan di tunjuk menjadi kapten karena di percaya sang pelatih menggantikan Dee Rossi dan sang pelatih juga yakin bahwa Nainggolan itu cukup bagus kualitasnya untuk memimpin tim dan sebagai penyemangat di klub ini.
Share:

Indonesia Wajib Bangga! Inilah Kabar Gembira Dari Eropa untuk Egy Maulana

"sumber dari : Andriano"
Pemain Penuh Talenta Timnas Idra Sjafri baru saja mendapatkan kabar bahagia. Egy baru saja menandatangani kontrak perjanjian dengan salah satu agen pemain dari Kroasia, bernama Duzan Bogdanovic.

Penantian Panjang mengenai karir Egy Maulana Vikri pun kini terjawab sudah. Pasalnya Pemain berbakat Tim nasional Indonesia U-19 resmi memiliki perwakilan dalam bentuk agen pemain sehingga tidak perlu repot-ropot mencari sendiri klub di Eropa.

Penandatanganan kontrak tersebut dilakukan oleh Perwakilan Egy melalui Deputi III Kemenpora Raden Isnanta. Selain itu Ayah Egy juga hadir saat persetujuan Kontrak tersebut.

Yang lebih membahagiakan lagi, Sang Agen Bogdanovic memastikan Egy akan bergabung dengan salah satu klub dan bukan hanya melakukan Trial. Soal Klub yang dimaksud Bogdanovic enggan menyebutkannya namun memberi bocoran antara klub dari Portugal atau Spanyol.

Menurut sang agen juga sudah banyak klub Eropa yang menginginkan jasa Egy, Namun karena proses Administrasi yang harus memakan waktu serta Sang pemain yang sedang fokus membela Timnas Sehingganya Keberangaktan Egy ke Eropa harus diundur.
Share:

Sunday, October 15, 2017

Telah Meninggal Dunia Kiper sekaligus Legenda Persela Lamongan, Choirul Huda


Choirul Huda, kiper Persela Lamongan usai menjalani masa kritis saat ini dipastikan meninggal.

Kabar ini didapat dari media officer Persela Lamongan. "Huda dipastikan telah meninggal dunia," kata media Officer, Abdul Rozak, Minggu (15/10/2017). Sebelum meninggal Huda yang tak sadarkan diri di lapangan, mengalami kritis dan meninggal setelah mendapatkan perawatan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Huda terlibat benturan keras di akhir babak pertama tepatnya pada menit 44, Minggu (15/10/2017) sore, pertandingan Persela menjamu Semen Padan diwarnai insiden.

Insiden datang dari benturan keras yang melibatkan Choirul Huda kiper Persela dan Ramon Rodrigues bek Persela di depan gawang ketika mengamankan gawang dari ancaman salah satu pemain Semen Padang.

Akibatnya, Choirul Huda yang dadanya terkena benturan kaki Ramon, tak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Share:

Sunday, October 1, 2017

Jika Indonesia Menang Lawan Kamboja, Segini Poin FIFA yang Didapat Indonesia

Sesaat lagi kita akan menyaksikan serunya pertandingan antara Timnas Indonesia berhadapan dengan Kamboja dalam sebuah laga persahabatan. Namun tahukah kalian, berapakah point FIFA yang didapatkan Indonesia jika berhasil memenangi laga melawan Kamboja?

"sumber dari : Andriano"

Timnas Indonesia di agendakan jalani laga ujicoba menghadapi Kamboja | posisibola.net


Laga persahabatan antara Indonesia vs Kamboja rencananya akan diselenggarakan di Patriot Chadrabhaga Stadium, Bekasi Jawa Barat pada tanggal 4 Oktober 2017. Terlepas dari segala problema yang ada, Indonesia akan mendapatkan total raihan 127,5 point FIFA, kok bisa?

Jadi begini penjelasannya guys, FIFA tidak serta merta memberikan 3 point kepada sebuah Negara yang memenangi sebuah pertandingan. Tetapi pihak FIFA memiliki rumus tersendiri dalam menaikan atau menurunkan peringkat sebuah Negara. Dan dibawah ini adalah rumus perhitungan FIFA. (30/9/2017):

P = MxIxTxC

P = Poin
M = Hasil Pertandingan
I = Pentingnya pertandingan
T = Kekuatan lawan
C = Kekuatan federasi lawan

Sebelumnya kita harus ketahui dulu dimana posisi Kamboja di Ranking FIFA. Pasalnya posisi ini juga merupakan salah satu dari komponen pengalian T (kekuatan lawan). Dan dibawah ini adalah Ranking Kamboja. (30/9/2017):

"sumber dari : Andriano"

Posisi Kamboja di Ranking FIFA | posisibola.net


Karena Kamboja berada pada peringkat ke-172, maka Indonesia akan mendapatkan pengalian (T) sebanyak 50. Itu karena, jika sebuah Negara berhadapan dengan tim yang peringkatnya berada pada posisi 150 keatas, maka akan mendapatkan pengalian 50, sesuai peraturan FIFA.

Jadi mari kita kalkulasikan guys, Indonesia akan mendapatkan 3x1x50x0,85= 127,5 point FIFA. (3 pengalian didapat dari hasil kemenangan x 1 didapat karena pertandingan ini hanya laga persahabatan x 50 didapat dari posisi Ranking FIFA milik Kamboja x 0,85 didapat dari kekuatan konfederasi AFC).

Akan tetapi itu adalah rumus dasar yang dirilis oleh FIFA, dimana sebelum ditambahkan dengan point kita saat ini, terlebih dulu akan diambil rata-rata selama 12 bulan terakhir. Selain itu juga, hasil pertandingan persahabatan atau laga resmi yang telah dijalani Indonesia selama 48 bulan terakhir juga akan menjadi pertimbangan yang cukup penting. (30/9/2017).

"sumber dari : Andriano"

"Agenda uji coba kali ini terasa spesial karena selain Timnas Senior, kami mainkan laga Timnas Indonesia U-19." Ungkap Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria. (30/9/2017).

Jadi, 127,5 adalah point FIFA yang akan kita dapatkan jika Indonesia berhasil kalahkan perlawanan Kamboja dalam laga ujicoba nanti. Ohya, tulisan saya diatas merupakan gambaran sesuai apa yang dirilis FIFA dalam situs resmi mereka.

Dan tidak ada niat lain selain berbagi ilmu kepada kalian para pembaca setia yang saya pastikan akan meraih kesuksesan di hari esok. Jangan lupa doakan keberhasilan Timnas Indonesia di semua laga, agar Indonesia menjadi salah satu Negara yang kembali diperhitungkan di kawasan Asia, dalam hal Sepakbola, Amin.
Share:

Empat Pesepakbola Indonesia jadi Pemain Terbaik Piala Aff 2016

"sumber dari : Andriano"

Sebanyak empat pesepakbola Indonesia ditasbihkan sebagai pemain terbaik di Piala AFF 2017. Keputusan ini diambil dengan melihat performa pemain-pemain team nasional di laga piala AFF 2017. Performa pemain-pemain Indonesia inilah kemudian yang membuat mereka disejajarkan dengan pemain pemain dari Asia Tenggara lainnya yang juga tampil di ajang yang sama tahun lalu.

Empat pesepakbola Indonesia trsebut adalah Kurnia Meiga Hermansyah, Rizki Rizaldi Pora, Stefano Lilipaly, dan Boaz Solossa. Meskipun tak diunggulkan, pemain-pemain Indonesia membuktikan kerja keras adalah segala-galanya. Hanya di tempatkan di pot ke-5 bersama Brunei Darussalm, Indonesia berhasil menjadi runner up grup di bawah Thailand seperti yang dilansir dari Kompas (17/12/2006).

Malam penganugerahan Piala AFF 2016 sendiri berlangsung malam tadi di Nusa Dua Bali. Dilansir dari CNNIndonesia (24/09/2017), ke-empat pesepakbola Indonesia tersebut dinilai telah menunjukkan penampilan yang sangat baik dan menawan selama pertandingan di gelar.

Jumlah pemain terbaik yang disumbang oleh Indonesia sendiri sama dengan jumlah pemain yang disumbangkan Thailand dalam team terbaik AFF 2016. Thailand sendiri memasukkan nama Chanatip Songkrasin, Tristan Do, Sarach Yooyen, dan Taerasil Dangda dalam daftar pemain terbaik. Dilansir dari Kompas (24/09/2017), 3 tempat lainnya menjadi milik pemain dari 3 negara berbeda yakni Ronny Harun (Malaysia), Harris Harun (singapura), dan Nguyen Tron Hoang (Vietnam).
Share:

Friday, September 29, 2017

Andri Syahputra Dicoret dari Timnas Qatar U-19, Ini Kata dari Indra Sjafri

"sumber dari : Andriano"

Pelatih timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri menanggapi kabar dicoretnya Andri Syahputra dari timnas U-19 Qatar. Indra mengaku mempertimbangkan kembali untuk menampung Andri, asalkan pemain berusia 18 tahun itu masih merasa sebagai putra bangsa.
Nama Andri menjadi terkenal di Indonesia sejak beberapa bulan lalu. Pemain yang bermain untuk klub Al-Gharafa itu terkenal lantaran menolak panggilan seleksi timnas U-19 Indonesia pada bulan Maret lalu dan memilih membela Qatar.
Namun pada hari Selasa (26/9/2017) , muncul isu bahwa Andri dicoret dari skuat timnas U-19 Qatar. Sebab, namanya tidak terdaftar di situs resmi sepakbola Qatar, www.qfa.qa dan hal tersebut memunculkan isu bahwa Andri ingin memperkuat skuat Garuda Nusantara.
"Oh yang dulu pernah saya panggil? Tapi sekarang belum ada seleksi," ujar Indra, Jumat (29/9/2017).
Eks arsitek Bali United ini mengaku masih membuka peluang bagi Andri untuk mengikuti seleksi timnas U-19. Namun, Indra menegaskan hal itu tidak sepenuhnya bergantung pada dirinya, melainkan juga pada sang pemain.
"Kalau ada seleksi saya pertimbangkan untuk memberi kesempatan padanya karena dia masih anak Indonesia. Tapi itu juga kalau masih merasa anak bangsa," kata Indra.
Sebelumnya, Andri sudah sempat membela timnas U-19 Qatar. Hal itu dijalaninya saat timnas U-19 Qatar beruji coba melawan timnas U-18 Inggris pada April lalu
Share:

Copyright © Dunia Bola Indo | Powered by Blogger
Design by Andriano | Blogger Theme by posisibola.net